• Terbaru

    Thursday, May 14, 2026

    MAUDY AYUNDA RILIS SINGLE "DI TEPI LAMUNAN"


    Setelah merilis lagu Aku yang Engkau Cari dari Maudy Ayunda pada awal tahun 2026 dan memperkenalkannya sebagai OST film Para Perasuk, kini Rekata Studio bersama Trinity Optima Production merilis lirik video-nya. Tak hanya lirik video Aku yang Engkau Cari, Rekata Studio juga
    memperkenalkan single terbaru Maudy Ayunda Di Tepi Lamunan yang turut
    menjadi OST Para Perasuk.

    Aku yang Engkau Cari dan Di Tepi Lamunan menampilkan vokal Maudy Ayunda
    yang berbeda dari caranya bernyanyi dari sebelumnya. Dengan lirik yang
    merepresentasikan perjalanan karakter utama film Para Perasuk, Bayu, yang
    diperankan Angga Yunanda.

    Penciptaan lagu Aku yang Engkau Cari sendiri terinspirasi saat Maudy, yang turut
    membintangi Para Perasuk berada di lokasi syuting. Menurut Maudy, yang menulis
    lagu ini bersama Lafa Pratomo, lagu yang dihadirkan memiliki lapisan emosi yang
    terasa seperti bisikan, tenang, menghanyutkan, namun menyimpan kegelisahan yang
    dalam.

    Begitu pula dengan visual video musik yang dihadirkan. Video musik Di Tepi
    Lamunan disutradarai oleh Wregas Bhanuteja.

    “Prosesnya sangat intuitif. Tidak pakai logika naratif biasa, namun menggunakan
    rasa. Ini proyek pertama baik secara film dan penggarapan lagu yang prosesnya
    sangat membebaskan aku,” kata Maudy Ayunda.

    Sementara itu, sutradara Para Perasuk Wregas Bhanuteja mengungkapkan melalui
    film ini ia ingin menyampaikan sebuah pesan tentang sebuah perubahan perjalanan
    karakter utamanya, Bayu, yang diperankan Angga Yunanda menuju sebuah
    penerimaan.

    “Saya merasa dunia kita saat ini sudah terlalu penuh dengan cerita balas dendam dan amarah. Saya ingin menawarkan sesuatu yang berbeda, yakni berdamai, saling berpelukan, menerima masa lalu, dan move on. Itulah esensi penerimaan yang ingin saya sampaikan,” ujar Wregas Bhanuteja.

    Bayu adalah karakter utama di Para Perasuk, yang merupakan seorang
    perasuk—sosok yang membantu para ‘pelamun’ ke dalam sebuah alam kerasukan dalam sebuah pesta sambetan. Pelamun sendiri adalah orang-orang yang ingin mencari kesenangan melalui proses kerasukan.

    Bayu memiliki alat utama yang membantu menciptakan alam fantasi untuk para
    pelamun dengan slompret. Bayu sendiri kemudian bertemu dengan salah satu pelamun yang membantu prosesnya, Laksmi (Maudy Ayunda).

    “Di film Para Perasuk, aku berusaha menghadapi tantangan baru yang cukup berat.
    Salah satunya adalah proses teknis bertapa dengan digantung secara terbalik, dan itu
    bikin kepalaku berat,” ujar Angga Yunanda tentang perannya sebagai Bayu.

    Sementara itu, Laksmi adalah orang yang datang dari Jakarta dan datang ke tempat
    tinggal Bayu di Desa Latas untuk mengikuti Pesta Sambetan. Pesta Sambetan
    dijadikan Laksmi sebagai cara untuk healing dan melupakan trauma masa lalunya.
    “Kalau biasanya orang healing ke Bali atau Jepang, ini healing-nya ke Desa Latas
    untuk menghilangkan trauma dengan cara kerasukan. Laksmi dimintai tolong oleh
    Bayu untuk menemani latihan, supaya Bayu bisa menjadi pimpinan dari Perasuk,”
    ungkap Maudy Ayunda.

    Untuk film Para Perasuk, yang juga menandai dua dekade berkaryanya, ia harus
    melakukan adegan-adegan yang cukup ekstrem seperti makan daun mentah, bunga
    mentah, hingga rebung mentah.

    “Laksmi adalah karakter yang ingin lepas dari trauma masa lalunya. Tentunya
    banyak dari kita yang memiliki trauma masa lalu dan berusaha untuk melepasnya
    agar bisa melangkah ke depan,” tambah Maudy.

    Film Para Perasuk juga menandai perjalanan baru bagi Anggun, yang memerankan
    Guru Asri di film ini. Anggun yang telah bernyanyi sejak usia 12 tahun dan kini
    mengukir namanya di panggung internasional, ia memerlukan kesenangan baru
    dalam berkarya, termasuk salah satunya melalui medium film.

    Guru Asri adalah sosok yang tegas dan berkharisma. Namun, ada salah satu scene di
    mana aku mewawancarai Bayu yang ingin menjadi pemimpin dari para perasuk,
    bikin aku nangis. Menjalani syuting di film Para Perasuk juga cukup sulit bagiku,
    karena prosesnya sangat berbeda dengan menyanyi di atas panggung. Di panggung,
    kita cukup menyanyi sekali, tapi kalau adegan untuk film, itu harus diulang
    berkali-kali,” cerita Anggun.

    Film Para Perasuk akan tayang di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026.
    Sebelumnya, film ini telah berkompetisi dan world premiere di Sundance Film
    Festival 2026, dan mendapat sambutan yang meriah.

    Terbaru, Para Perasuk juga resmi terpilih dan akan berkompetisi di Miami Film
    Festival 43 pada program Marimbas Award. Ini merupakan festival film ketiga Para
    Perasuk, dan selanjutnya akan tayang di berbagai festival film internasional.
    Tak hanya Miami, Para Perasuk juga juga resmi terpilih untuk berkompetisi di
    Fantaspoa Brasil, menjadi official selection di program Artful Visions & Asian
    Frontier di MSPIFF Amerika Serikat, dan terpilih untuk berkompetisi di MOOOV
    Belgia.

    No comments:

    Post a Comment

    Music

    Herbal

    Powered by Blogger.

    Tutorial

    Total Pageviews

    Powered By Blogger